Perang Rusia menginvasi Ukraina

 Tidak ada yang menyangka bahwa latihan perang yang dilakukan Rusia dengan Belarus sungguh-sungguh adalah persiapan tempur untuk menginvasi Ukraina. Sehari sebelum penyerangan itu, justru berita yang mengemuka adalah mundurnya semua tentara Suria kembali ke markas masing-masing. Namun di pagi hari keesokan harinya, jam 05.00 serangan itu di mulai. Semua tersentak, tapi mau bilang apa lagi?

Dan tanpa dinyana NATO, yang diwakili Amerika seperti gagap dan gamang menghadapi situasi itu. Mereka menyatakan tidak akan mengirim pasukan tempur untuk meminimalisasi dampak meluasnya perang, dan secara ketat akan memberikan sanksi yang berat kepada Rusia. Tentu saja yang sangat kelabakan adalah Ukraina yang berhadapan langsung di lapangan medan tempur di wilayah negara mereka. Jadi apa yang selama ini menjadi idiom di Indonesia,  NATO (No Action Talk Only) malah menjadi kenyataan.

Begitu beratnya situasi yang dihadapi oleh Ukraina, yang hanya oleh perang diplomasi menjadi anggota NATO harus menerima konsekuensi perang yang nyata. Harus hati-hati juga ya menghadapi tetangga yang galak.

Tapi lebih mengerikan bahwa perang Ukraina ternyata menjadi lahan baru perang tentara bayaran dari konflik di Timur Tengah. Sangat mencengangkan!

Komentar