Di Atas Langit Masih Ada Langit


Kejadian yang viral tentang seorang mahmud yang mengaku anak Jenderal berbintang tiga memaki ibu seorang anggota DPR RI menjadi pelajaran yang sangat berharga dalam relasi sosial di tengah masyarakat. Memang di jaman sekarang rasa hormat dan keperdulian menjadi sangat tipis, sementara sikap angkuh dan pamer kekayaan serta pamer kekuasaan/jabatan menjadi lumrah. 

Situasi tersebut menjadi anti klimaks setelah sebelumnya saling lapor ke polisi, dan ada  permohonan maaf sampai pingsan segala. Kita syukuri semua berakhir dalam damai. Namun situasi tersebut telah menyebabkan kegaduhan dan contoh yang sangat buruk. Penguasaan diri dan mengendalikan sikap dan adab sangat penting, terlebih antara seorang yang muda kepada orang tua.

Yang lebih penting dari situasi tersebut adalah sikap tinggi hati yang mengandalkan kuasa dan jabatan, padahal nyatanya cuma ngaku-ngaku doang. Arogansi yang segera rontok dan runtuh setelah terbuka identitas orang yang sempat 'tidak dianggap'. Ya, hal ini menjewer telinga kita bahwa di atas gunung masih ada gunung, bahkan di atas langit masih ada langit. Sehingga tidaklah ada artinya sama sekali kita meninggikan hati dan status diri apa lagi dengan mencatut jabatan orang lain untuk mendapatkan keuntungan, atau sekedar prioritas didahulukan dalam pelayanan publik.


Komentar